Di era digital saat ini, nama domain sudah menjadi salah satu aset paling berharga bagi individu maupun bisnis. Domain bukan hanya alamat untuk mengakses sebuah website, tapi juga mencerminkan identitas dan kredibilitas brand di internet.
Tanpa sistem manajemen domain yang baik, internet akan penuh dengan kekacauan. Bayangkan jika dua website bisa memakai nama domain yang sama tentu pengguna akan kebingungan, bahkan bisa terjadi masalah keamanan.
Apa Itu Registry Domain?
Registry domain adalah organisasi atau badan resmi yang mengelola dan memelihara database utama untuk nama domain di bawah satu ekstensi tertentu (Top-Level Domain / TLD).
Fungsi utama registry domain
Mengelola TLD (Top-Level Domain) – Misalnya .com, .org, .net, atau .id.
Menyimpan database domain – Semua nama domain unik tercatat dalam database pusat.
Menentukan aturan pendaftaran – Contoh: domain .id memiliki aturan sesuai regulasi Indonesia.
Bekerja sama dengan registrar – Registry tidak menjual domain langsung ke pengguna, melainkan melalui registrar.
Contoh registry domain populer
Verisign → mengelola .com dan .net
Public Interest Registry (PIR) → mengelola .org
PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) → mengelola .id
Apa Itu Registrar Domain?
Jika registry adalah pemilik database, maka registrar domain adalah pihak yang menjadi perantara antara pengguna (registrant) dengan registry. Registrar adalah perusahaan yang memiliki lisensi resmi dari registry dan ICANN untuk menjual domain kepada pengguna.
Fungsi registrar domain
Menjual domain langsung kepada pengguna.
Menyediakan layanan tambahan seperti DNS, SSL, dan email hosting.
Mengelola perpanjangan domain agar tidak expired.
Menjadi support bagi pengguna jika ada kendala teknis terkait domain.
Contoh registrar domain populer
Global: GoDaddy, Namecheap, Bluehost
Lokal: Domainesia, Rumahweb, ArenHost
ArenHost misalnya, adalah salah satu penyedia layanan hosting dan registrar domain terpercaya di Indonesia. Selain menjual domain, ArenHost juga menyediakan paket hosting yang stabil, sehingga pengguna bisa langsung membangun website setelah membeli domain.
Perbedaan Registry dan Registrar Domain
Agar lebih jelas, mari kita bandingkan registry domain dan registrar domain dalam tabel berikut:
Aspek
Registry Domain
Registrar Domain
Definisi
Pengelola database utama TLD
Perusahaan perantara yang menjual domain
Fungsi utama
Menyimpan & mengatur nama domain
Menyediakan layanan pendaftaran domain
Hubungan dengan pengguna
Tidak langsung (hanya lewat registrar)
Langsung ke pengguna
Contoh
Verisign, PIR, PANDI
GoDaddy, Namecheap, ArenHost
Singkatnya:
Registry domain = pemilik dan pengelola database domain
Registrar domain = penjual domain ke pengguna akhir
Bagaimana Cara Kerja Registry dan Registrar?
Proses pendaftaran domain terlihat sederhana, tapi sebenarnya melibatkan beberapa pihak:
Pengguna (registrant) membeli domain di registrar (contoh: ArenHost).
Registrar mengirimkan data domain tersebut ke registry yang berwenang atas TLD terkait.
Registry domain menyimpan data domain baru ke dalam database pusat.
Domain resmi aktif dan bisa digunakan untuk website.
Contoh nyata: Anda membeli tokoonline.id melalui ArenHost. Registrar (ArenHost) mengirim data domain ke registry .id, yaitu PANDI. Setelah tercatat di database PANDI, domain Anda resmi aktif dan bisa dihubungkan ke server hosting.
Contoh Registry dan Registrar di Dunia Nyata
Registry Global:
Verisign (untuk .com dan .net)
PIR (untuk .org)
Registry Indonesia:
PANDI (untuk .id)
Registrar Global:
GoDaddy, Namecheap
Registrar Lokal:
Rumahweb, Niagahoster, ArenHost
Mengapa Penting Memahami Perbedaan Registry dan Registrar?
Memilih registrar terpercaya – Agar domain aman dan terdaftar resmi.
Menghindari penipuan domain – Banyak layanan ilegal yang menjual domain tanpa lisensi.
Mengatur strategi bisnis digital – Memahami struktur ini membantu perusahaan mengelola domain dengan lebih baik.
Dengan mengetahui perbedaan registry domain dan registrar domain, Anda bisa lebih bijak memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Pertanyaan Umum Seputar Registry dan Registrar (FAQ)
1. Apa hubungan antara registry, registrar, dan ICANN? ICANN adalah lembaga internasional yang mengatur internet global, memberi lisensi ke registry dan registrar. Registry mengelola TLD, sementara registrar menjual domain ke pengguna.
2. Apakah bisa membeli domain langsung dari registry? Tidak. Registry hanya bekerja dengan registrar. Anda harus membeli melalui registrar seperti ArenHost atau GoDaddy.
3. Siapa itu registrant? Registrant adalah Anda, pemilik domain yang membeli dari registrar.
4. Apakah registrar bisa punya banyak registry? Ya, registrar besar biasanya terhubung ke banyak registry untuk menjual berbagai TLD.
5. Apa yang terjadi jika registrar tutup? Domain Anda tetap aman karena tercatat di registry. Anda hanya perlu memindahkan domain ke registrar lain.
6. Mengapa harga domain berbeda antar registrar? Karena registrar bebas menentukan harga jual dan memberikan tambahan layanan berbeda, meski registry sama.
Kesimpulan
Registry domain adalah pengelola utama database TLD, sedangkan registrar domain adalah perantara yang menjual domain ke pengguna. Keduanya saling terhubung dan berperan penting dalam menjaga keteraturan sistem domain global.
Jika Anda ingin membeli domain dengan mudah, aman, dan cepat, pastikan memilih registrar terpercaya. Di Indonesia, salah satu pilihan tepat adalah ArenHost, yang tak hanya menyediakan layanan registrar domain, tapi juga paket hosting yang siap membantu bisnis Anda berkembang di dunia digital.
aren
Share post:
Domain dan Pentingnya Manajemen Nama Domain
Di era digital saat ini, nama domain sudah menjadi salah satu aset paling berharga bagi individu maupun bisnis. Domain bukan hanya alamat untuk mengakses sebuah website, tapi juga mencerminkan identitas dan kredibilitas brand di internet.
Tanpa sistem manajemen domain yang baik, internet akan penuh dengan kekacauan. Bayangkan jika dua website bisa memakai nama domain yang sama tentu pengguna akan kebingungan, bahkan bisa terjadi masalah keamanan.
Apa Itu Registry Domain?
Registry domain adalah organisasi atau badan resmi yang mengelola dan memelihara database utama untuk nama domain di bawah satu ekstensi tertentu (Top-Level Domain / TLD).
Fungsi utama registry domain
.com,.org,.net, atau.id..idmemiliki aturan sesuai regulasi Indonesia.Contoh registry domain populer
.comdan.net.org.idApa Itu Registrar Domain?
Jika registry adalah pemilik database, maka registrar domain adalah pihak yang menjadi perantara antara pengguna (registrant) dengan registry. Registrar adalah perusahaan yang memiliki lisensi resmi dari registry dan ICANN untuk menjual domain kepada pengguna.
Fungsi registrar domain
Contoh registrar domain populer
ArenHost misalnya, adalah salah satu penyedia layanan hosting dan registrar domain terpercaya di Indonesia. Selain menjual domain, ArenHost juga menyediakan paket hosting yang stabil, sehingga pengguna bisa langsung membangun website setelah membeli domain.
Perbedaan Registry dan Registrar Domain
Agar lebih jelas, mari kita bandingkan registry domain dan registrar domain dalam tabel berikut:
Singkatnya:
Bagaimana Cara Kerja Registry dan Registrar?
Proses pendaftaran domain terlihat sederhana, tapi sebenarnya melibatkan beberapa pihak:
Contoh nyata:
Anda membeli
tokoonline.idmelalui ArenHost. Registrar (ArenHost) mengirim data domain ke registry.id, yaitu PANDI. Setelah tercatat di database PANDI, domain Anda resmi aktif dan bisa dihubungkan ke server hosting.Contoh Registry dan Registrar di Dunia Nyata
.comdan.net).org).id)Mengapa Penting Memahami Perbedaan Registry dan Registrar?
Dengan mengetahui perbedaan registry domain dan registrar domain, Anda bisa lebih bijak memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Pertanyaan Umum Seputar Registry dan Registrar (FAQ)
1. Apa hubungan antara registry, registrar, dan ICANN?
ICANN adalah lembaga internasional yang mengatur internet global, memberi lisensi ke registry dan registrar. Registry mengelola TLD, sementara registrar menjual domain ke pengguna.
2. Apakah bisa membeli domain langsung dari registry?
Tidak. Registry hanya bekerja dengan registrar. Anda harus membeli melalui registrar seperti ArenHost atau GoDaddy.
3. Siapa itu registrant?
Registrant adalah Anda, pemilik domain yang membeli dari registrar.
4. Apakah registrar bisa punya banyak registry?
Ya, registrar besar biasanya terhubung ke banyak registry untuk menjual berbagai TLD.
5. Apa yang terjadi jika registrar tutup?
Domain Anda tetap aman karena tercatat di registry. Anda hanya perlu memindahkan domain ke registrar lain.
6. Mengapa harga domain berbeda antar registrar?
Karena registrar bebas menentukan harga jual dan memberikan tambahan layanan berbeda, meski registry sama.
Kesimpulan
Registry domain adalah pengelola utama database TLD, sedangkan registrar domain adalah perantara yang menjual domain ke pengguna. Keduanya saling terhubung dan berperan penting dalam menjaga keteraturan sistem domain global.
Jika Anda ingin membeli domain dengan mudah, aman, dan cepat, pastikan memilih registrar terpercaya. Di Indonesia, salah satu pilihan tepat adalah ArenHost, yang tak hanya menyediakan layanan registrar domain, tapi juga paket hosting yang siap membantu bisnis Anda berkembang di dunia digital.