{"id":332,"date":"2025-02-25T14:08:07","date_gmt":"2025-02-25T14:08:07","guid":{"rendered":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/?p=332"},"modified":"2025-02-25T14:08:09","modified_gmt":"2025-02-25T14:08:09","slug":"panduan-menggunakan-vim-di-linux","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/","title":{"rendered":"Panduan Menggunakan Vim di Linux"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-style-default\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-334\" srcset=\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM-1024x683.png 1024w, https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM-300x200.png 300w, https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM-768x512.png 768w, https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM-600x400.png 600w, https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Halo, sobat Linux! Jika kamu baru mengenal dunia pemrograman atau administrasi sistem, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya editor teks. Salah satu editor yang paling terkenal dan banyak digunakan di Linux adalah <strong>Vim<\/strong>. Meskipun tampak menakutkan pada awalnya, Vim adalah editor yang sangat kuat dan fleksibel. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menggunakan Vim, mulai dari dasar hingga beberapa trik yang bisa membantumu menjadi lebih produktif. Yuk, kita mulai!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Vim?<\/h3>\n\n\n\n<p>Vim (Vi IMproved) adalah editor teks yang merupakan pengembangan dari editor Vi yang legendaris. Vim dirancang untuk efisiensi dan kecepatan, sehingga banyak programmer dan sysadmin menggunakannya untuk mengedit file konfigurasi, kode sumber, dan banyak lagi. Salah satu keunggulan Vim adalah kemampuannya untuk beroperasi sepenuhnya dari terminal, sehingga sangat cocok untuk lingkungan server.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Memulai dengan Vim<\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk membuka Vim, cukup ketik perintah berikut di terminal:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>vim namafile.txt<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Jika file tersebut belum ada, Vim akan membuat file baru dengan nama yang kamu tentukan. Setelah itu, kamu akan masuk ke mode normal, di mana kamu bisa melakukan navigasi dan perintah lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mode di Vim<\/h3>\n\n\n\n<p>Vim memiliki beberapa mode, dan memahami mode ini sangat penting:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Normal Mode:<\/strong> Mode default saat kamu membuka Vim. Di sini, kamu bisa menggunakan perintah untuk navigasi dan manipulasi teks.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Insert Mode:<\/strong> Di mode ini, kamu bisa mengetik teks. Untuk masuk ke mode ini, tekan <code>i<\/code> (insert) atau <code>a<\/code> (append).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Visual Mode:<\/strong> Mode ini digunakan untuk memilih teks. Masuk ke mode ini dengan menekan <code>v<\/code>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Command Mode:<\/strong> Di sini, kamu bisa menjalankan perintah seperti menyimpan atau keluar. Masuk ke mode ini dengan menekan <code>:<\/code>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perintah Dasar di Vim<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa perintah dasar yang perlu kamu ketahui:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menyimpan dan Keluar:<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Untuk menyimpan file, tekan <code>Esc<\/code> untuk masuk ke normal mode, lalu ketik <code>:w<\/code> dan tekan <code>Enter<\/code>.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk keluar, ketik <code>:q<\/code> dan tekan <code>Enter<\/code>. Jika kamu ingin menyimpan dan keluar sekaligus, ketik <code>:wq<\/code>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Navigasi:<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan tombol panah untuk bergerak, atau gunakan <code>h<\/code> (kiri), <code>j<\/code> (bawah), <code>k<\/code> (atas), dan <code>l<\/code> (kanan).<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk melompat ke awal atau akhir file, tekan <code>gg<\/code> untuk awal dan <code>G<\/code> untuk akhir.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menghapus Teks:<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Untuk menghapus karakter, masuk ke normal mode dan tekan <code>x<\/code>.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk menghapus baris, tekan <code>dd<\/code>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Trik Berguna di Vim<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mencari Teks:<\/strong> Tekan <code>\/<\/code> diikuti dengan kata yang ingin dicari, lalu tekan <code>Enter<\/code>. Gunakan <code>n<\/code> untuk melanjutkan pencarian ke bawah dan <code>N<\/code> untuk ke atas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengganti Teks:<\/strong> Untuk mengganti kata, masuk ke normal mode dan tekan <code>r<\/code> diikuti dengan karakter baru.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Undo dan Redo:<\/strong> Tekan <code>u<\/code> untuk membatalkan perubahan terakhir dan <code>Ctrl + r<\/code> untuk mengulangi perubahan yang dibatalkan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h3>\n\n\n\n<p>Vim mungkin terlihat rumit pada awalnya, tetapi dengan sedikit latihan, kamu akan menemukan bahwa editor ini sangat kuat dan efisien. Dengan memahami mode dan perintah dasar, kamu bisa mulai mengedit file dengan lebih cepat dan produktif. Jangan ragu untuk bereksperimen dan menjelajahi fitur-fitur lain yang ditawarkan oleh Vim. Selamat berlatih, dan semoga panduan ini bermanfaat untuk perjalananmu di dunia Linux! Jika ada pertanyaan, feel free untuk bertanya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, sobat Linux! Jika kamu baru mengenal dunia pemrograman atau administrasi sistem, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya editor teks. Salah satu editor yang paling terkenal dan banyak. <a class=\"read-more-link\" href=\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/\">read more&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":334,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[116,118,117],"class_list":["post-332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi","tag-cara-exit-vim","tag-cara-menggunakan-vim","tag-panduan-penggunaan-vim"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Panduan Menggunakan Vim di Linux - ArenHost Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Panduan Menggunakan Vim di Linux - ArenHost Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Halo, sobat Linux! Jika kamu baru mengenal dunia pemrograman atau administrasi sistem, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya editor teks. Salah satu editor yang paling terkenal dan banyak. read more...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ArenHost Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-25T14:08:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-25T14:08:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"aren\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"aren\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/\"},\"author\":{\"name\":\"aren\",\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#\/schema\/person\/f3214859d7d839e88bfadba7323c2137\"},\"headline\":\"Panduan Menggunakan Vim di Linux\",\"datePublished\":\"2025-02-25T14:08:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-25T14:08:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/\"},\"wordCount\":463,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png\",\"keywords\":[\"cara exit vim\",\"cara menggunakan vim\",\"panduan penggunaan vim\"],\"articleSection\":[\"Informasi\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/\",\"url\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/\",\"name\":\"Panduan Menggunakan Vim di Linux - ArenHost Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png\",\"datePublished\":\"2025-02-25T14:08:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-25T14:08:09+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png\",\"width\":1200,\"height\":800},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Panduan Menggunakan Vim di Linux\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/\",\"name\":\"ArenHost Blog\",\"description\":\"ArenHost Blog\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"ArenHost Blog\",\"url\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Aren-horizontal.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Aren-horizontal.png\",\"width\":2717,\"height\":794,\"caption\":\"ArenHost Blog\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#\/schema\/person\/f3214859d7d839e88bfadba7323c2137\",\"name\":\"aren\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6f1d6ba1b1dcdf605614800546041d9d1d3b07c8fa4eec87c29cf852c8d79b21?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6f1d6ba1b1dcdf605614800546041d9d1d3b07c8fa4eec87c29cf852c8d79b21?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"aren\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/arenhost.id\/blog\",\"aren\"],\"url\":\"https:\/\/arenhost.id\/blog\/author\/aren\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Panduan Menggunakan Vim di Linux - ArenHost Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Panduan Menggunakan Vim di Linux - ArenHost Blog","og_description":"Halo, sobat Linux! Jika kamu baru mengenal dunia pemrograman atau administrasi sistem, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya editor teks. Salah satu editor yang paling terkenal dan banyak. read more...","og_url":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/","og_site_name":"ArenHost Blog","article_published_time":"2025-02-25T14:08:07+00:00","article_modified_time":"2025-02-25T14:08:09+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png","type":"image\/png"}],"author":"aren","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"aren","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/"},"author":{"name":"aren","@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#\/schema\/person\/f3214859d7d839e88bfadba7323c2137"},"headline":"Panduan Menggunakan Vim di Linux","datePublished":"2025-02-25T14:08:07+00:00","dateModified":"2025-02-25T14:08:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/"},"wordCount":463,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png","keywords":["cara exit vim","cara menggunakan vim","panduan penggunaan vim"],"articleSection":["Informasi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/","url":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/","name":"Panduan Menggunakan Vim di Linux - ArenHost Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png","datePublished":"2025-02-25T14:08:07+00:00","dateModified":"2025-02-25T14:08:09+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#primaryimage","url":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png","contentUrl":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Panduan-Penggunaan-VIM.png","width":1200,"height":800},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/panduan-menggunakan-vim-di-linux\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Panduan Menggunakan Vim di Linux"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/","name":"ArenHost Blog","description":"ArenHost Blog","publisher":{"@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#organization","name":"ArenHost Blog","url":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Aren-horizontal.png","contentUrl":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/Aren-horizontal.png","width":2717,"height":794,"caption":"ArenHost Blog"},"image":{"@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#\/schema\/person\/f3214859d7d839e88bfadba7323c2137","name":"aren","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6f1d6ba1b1dcdf605614800546041d9d1d3b07c8fa4eec87c29cf852c8d79b21?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6f1d6ba1b1dcdf605614800546041d9d1d3b07c8fa4eec87c29cf852c8d79b21?s=96&d=mm&r=g","caption":"aren"},"sameAs":["https:\/\/arenhost.id\/blog","aren"],"url":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/author\/aren\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=332"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":335,"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332\/revisions\/335"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arenhost.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}